Feeds:
Posts
Comments

Hello world!

Hi, i am iLma. This site is about my writings. Well, I know i am not a good writer yet but sure I will be, insya Allah, hehe…😀

Hilang Jati Diri?

Kemana ya si jati diri?
Dicari-cari tak bertemu jua
Kemana dirimu yang dulu?
Yang selalu semangat dan ceria

Atau jadi yang sekarang?
Senyum pun susah terbentang
Bagaimana yang akan datang?
Akankah bahagia menjelang?

Aku, dirimu, dirinya

Kurasa usahaku maksimal
Tapi tetap tak bisa memenangkan hatimu
Can I, pal?
Hanya dirimu dan Allah yang tahu

Tapi tak mengapa
Mungkin inilah jalannya
Bila nanti ada sesal
Kuyakin kau orang yang tawakkal

Selamat tinggal sahabat
Kau pernah menjadi teman dekat
Kini ku tlah sampai di persimpangan jalan
Mungkin kan kulanjutkan tanpamu kawan

Note: pal = friend, teman
Aku, Dirimu, Dirinya – judul lagu yang dipopulerkan Kahitna

Tawaran

Bila seorang seperti Ali bin Abi Thalib datang kepadamu, sanggupkah kamu menjadi seperti Fatimah Azzahra?

Jenggot

Suatu hari di sebuah PT. X, muncul suatu peraturan yang biasa tapi bisa jadi memberatkan bagi seorang laki-laki.

Perturan itu adalah dilarang memelihara jenggot. Hal ini dimaksudkan demi kerapihan dan kebersihan karyawan.

Kebanyakan dari karyawan laki-laki yang ada di perusahaan itu tidak terlalu keberatan dengan peraturan tersebut, kecuali satu orang.

Saat membaca peraturan itu, dia pun berujar, “Wah, kalo awak cukur jenggot awak, kemana bidadari-bidadari yang sudah lama menetap di sini musti ngungsi?”

Hehe, konon kabarnya, satu helai jenggot bergelayutan bidadari.😀

Zero

Null
Tiada
Hampa
Kosong
Tanpa arti
Me

Menangis…

Sudah lama tak bertemu
Membuat hati terasa rindu
Ada rasa hilang di hati sendu
Apakah itu?
Jangan tanya diriku

Inspirasi pergi melalang buana
Aku bingung kehilangan kata
Hilang orientasi seolah buta
Kulihat hati rupanya terluka

Apa yang harus kulakukan
Tetesan air mata kutitikkan
Adakah ini menyembuhkan?

Mengapa aku jadi begini?
Begitu sensitif dan juga rapuh
Atau itukah sifat hati?
Jagalah dia jangan sampai jatuh

Apalagi jatuh cinta
Karena ia adalah senyuman di balik duka

Istikharah

Adakah yang mengerti maksud yang ingin disampaikan Allah?

Saat kita memohon petunjuk atas dua pilihan, baik atau burukkah pilihan itu

Bila Allah memberikan pertanda buruk, apakah Allah bermaksud ingin menyampaikan kepada kita, “Jangan pilih itu!”
Ataukah ingin memperlihatkan kepada kita kemungkinan buruk yang akan terjadi, sehingga kita bisa mencari solusi sedari kini?

Akhirnya, kembali pada diri kita sendiri untuk memutuskan pilihan mana yang benar-benar sesuai.
Begitukah cara Allah menjawab istikharah?

Allah.
Dzat Yang Maha Agung, Yang mengetahui segala hal yang tersembunyi.

Pernah aku membaca sebuah kisah tentang sahabat yang meminta bunga segar. Allah memberinya kaktus berduri. Dilihat dari manapun, tak ada bunga yang terselip di sana. Kemudian dia meminta hewan mungil yang lucu. Allah memberinya ulat bulu. Bila kita berada di posisi sahabat itu mungkin akan berpikir, Allah kok rese gini sih? Minta ini dikasi itu. Jangan-jangan Allah benci padaku.

Sahabat itu kemudian hanya bisa bersyukur atas pemberian Illahi. Selang beberapa lama, kaktus berduri berbunga indah. Ulat bulu berubah jadi kupu-kupu.

Ternyata itulah cara kerja Allah. Seperti dalam firman-Nya, wa lal akhiratu khairul laka minal ula.
Sekalipun di awal begitu sulit dan terasa sangat susah, bila kita yakin akan Allah, pada akhirnya akan menjadi indah.

Allah tidak memberi apa yang kita inginkan tapi apa yang kita butuhkan.

Kembali ke istikharah. Mungkin Allah memberikan maksud-maksud tertentu saat memperlihatkan pada kita sebuah pertanda. Diri kita lah yang kemudian mencari arti dan bertindak bijak dalam menafsirkannya.

Itulah pendapatku..