Hi, i am iLma. This site is about my writings. Well, I know i am not a good writer yet but sure I will be, insya Allah, hehe…
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Kemana ya si jati diri?
Dicari-cari tak bertemu jua
Kemana dirimu yang dulu?
Yang selalu semangat dan ceria
Atau jadi yang sekarang?
Senyum pun susah terbentang
Bagaimana yang akan datang?
Akankah bahagia menjelang?
Posted in Uncategorized | Tagged jati diri, life, query, self esteem | Leave a Comment »
Kurasa usahaku maksimal
Tapi tetap tak bisa memenangkan hatimu
Can I, pal?
Hanya dirimu dan Allah yang tahu
Tapi tak mengapa
Mungkin inilah jalannya
Bila nanti ada sesal
Kuyakin kau orang yang tawakkal
Selamat tinggal sahabat
Kau pernah menjadi teman dekat
Kini ku tlah sampai di persimpangan jalan
Mungkin kan kulanjutkan tanpamu kawan
Note: pal = friend, teman
Aku, Dirimu, Dirinya – judul lagu yang dipopulerkan Kahitna
Posted in poem | Tagged cinta, ragu, sahabat | Leave a Comment »
Bila seorang seperti Ali bin Abi Thalib datang kepadamu, sanggupkah kamu menjadi seperti Fatimah Azzahra?
Posted in a tought | Leave a Comment »
Suatu hari di sebuah PT. X, muncul suatu peraturan yang biasa tapi bisa jadi memberatkan bagi seorang laki-laki.
Perturan itu adalah dilarang memelihara jenggot. Hal ini dimaksudkan demi kerapihan dan kebersihan karyawan.
Kebanyakan dari karyawan laki-laki yang ada di perusahaan itu tidak terlalu keberatan dengan peraturan tersebut, kecuali satu orang.
Saat membaca peraturan itu, dia pun berujar, “Wah, kalo awak cukur jenggot awak, kemana bidadari-bidadari yang sudah lama menetap di sini musti ngungsi?”
Hehe, konon kabarnya, satu helai jenggot bergelayutan bidadari.
Posted in fiction | Tagged bidadari, jenggot | Leave a Comment »
Sudah lama tak bertemu
Membuat hati terasa rindu
Ada rasa hilang di hati sendu
Apakah itu?
Jangan tanya diriku
Inspirasi pergi melalang buana
Aku bingung kehilangan kata
Hilang orientasi seolah buta
Kulihat hati rupanya terluka
Apa yang harus kulakukan
Tetesan air mata kutitikkan
Adakah ini menyembuhkan?
Mengapa aku jadi begini?
Begitu sensitif dan juga rapuh
Atau itukah sifat hati?
Jagalah dia jangan sampai jatuh
Apalagi jatuh cinta
Karena ia adalah senyuman di balik duka
Posted in poem | Tagged cinta, inspirasi, lara, rindu | Leave a Comment »
Adakah yang mengerti maksud yang ingin disampaikan Allah?
Saat kita memohon petunjuk atas dua pilihan, baik atau burukkah pilihan itu
Bila Allah memberikan pertanda buruk, apakah Allah bermaksud ingin menyampaikan kepada kita, “Jangan pilih itu!”
Ataukah ingin memperlihatkan kepada kita kemungkinan buruk yang akan terjadi, sehingga kita bisa mencari solusi sedari kini?
Akhirnya, kembali pada diri kita sendiri untuk memutuskan pilihan mana yang benar-benar sesuai.
Begitukah cara Allah menjawab istikharah?
Allah.
Dzat Yang Maha Agung, Yang mengetahui segala hal yang tersembunyi.
Pernah aku membaca sebuah kisah tentang sahabat yang meminta bunga segar. Allah memberinya kaktus berduri. Dilihat dari manapun, tak ada bunga yang terselip di sana. Kemudian dia meminta hewan mungil yang lucu. Allah memberinya ulat bulu. Bila kita berada di posisi sahabat itu mungkin akan berpikir, Allah kok rese gini sih? Minta ini dikasi itu. Jangan-jangan Allah benci padaku.
Sahabat itu kemudian hanya bisa bersyukur atas pemberian Illahi. Selang beberapa lama, kaktus berduri berbunga indah. Ulat bulu berubah jadi kupu-kupu.
Ternyata itulah cara kerja Allah. Seperti dalam firman-Nya, wa lal akhiratu khairul laka minal ula.
Sekalipun di awal begitu sulit dan terasa sangat susah, bila kita yakin akan Allah, pada akhirnya akan menjadi indah.
Allah tidak memberi apa yang kita inginkan tapi apa yang kita butuhkan.
Kembali ke istikharah. Mungkin Allah memberikan maksud-maksud tertentu saat memperlihatkan pada kita sebuah pertanda. Diri kita lah yang kemudian mencari arti dan bertindak bijak dalam menafsirkannya.
Itulah pendapatku..
Posted in a tought | Tagged Istikharah, petunjuk, pilihan | Leave a Comment »
Tunggu dulu…
Ini masih Hari Minggu
Rileks saja dulu…
Astaghfirullah… Adakah Malaikat Maut santai pada hari minggu?
Posted in a tought | Tagged istighfar, maut, santai | Leave a Comment »
Pernahkah engkau merasa dirampok? Sesuatu yang paling berharga, bahkan kita cuman memiliki sekeping saja, diambil oleh orang lain. Entah kita yang lengah ataukah terhipnotis oleh si maling, sesaat kemudian, kita mendapati bahwa hal yang berharga itu telah hilang.
Itulah yang terjadi pada diriku.
Aku telah kehilangan hatiku yang sekeping. Ada pepatah yang mengatakan, “Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya.”
Nah, sekarang, sekeping hati yang kumiliki telah tercuri. Bagaimana caranya agar aku bisa meminta kembali kemudian mencari sekeping lagi agar hatiku menjadi utuh?
Wahai pencuri hati, sudikah kiranya engkau memberikan kembali hatiku. Aku meminta maaf, mungkin tanpa sadar, aku telah meletakkan hatiku di tanganmu. Sedangkan engkau mungkin tak pernah tahu bahwa saat ini telah membawa hatiku.
Bagaimana bila nanti ada orang yang menitipkan hatinya padaku, sedangkan pelengkap hatinya sedang ada padamu?
Tapi jika engkau merasa hatiku menyempurnakan hatimu, maka simpanlah dia dan bawa kuserta. Karena aku tak bisa hidup tanpa hatiku.
Posted in fiction | Tagged cinta, hati, pencuri | 2 Comments »
Awalnya aku begitu membencimu
Kau dari Jakarta terlihat sombong bagiku
Seiring berjalannya waktu
Ada kesempatan untuk mengenal lebih jauh
Masih terasa kejengkelanku
Juga rasa sakit hati karena sikapmu
Tapi aku ingat ayat itu
Kewajiban menyantuni anak yatim seperti dirimu
Namun semakin lama aku mulai menyadari
Ada sedikit rasa hilang saat kau pergi
Ada rasa sedih yang kurasa setiap hari
Hari-hari hingga saat kau akhirnya pergi
Kini ku mulai menyicil lara
sebutir demi sebutir air mata
Agar bila saatnya tiba
Ku kan tersenyum melepas kepergian sahabat tercinta
Posted in poem | Tagged farewell, friend, perpisahan | 2 Comments »











